#30HariMenulis

ini kegiatan kayaknya ramai-ramai dibicarakan orang di dunia blogging dan sekitarnya. ajakannya seru juga sih, menjadikan menulis sebagai aktivitas keseharian. kalau dipikir menulis itu memang terapi juga sih. dan gue mau ikutan!!! tapi ini udah tanggal 4. telat dong ya? dalam aturan main yg gue bikin, ini boleh dijamak kaya shalat atau bayar utang kaya puasa. 

well yang penting adalah tekad dan tentu saja aksi, biar gak omdo. so kita mulai nanti malam ya :)

#30HariMenulis

DUNGU

1.

Manusia tidak rasional. Kalaupun mau dikatakan sebagai makhluk rasional, satu hal, manusia harus mengakui bahwa berpikir rasional berarti mengamini irasionalitas di dalamnya. Fix! Semakin mereka terikat satu sama lain, semakin emosional mereka. Secara nyata gambaran ini terlihat pada relasi orang tua dan anak, relasi pertemanan, relasi persahabatan, relasi lawan jenis, atau relasi kelompok – sebut saja tawuran, antarsekolah, antar-gank, antarkampung, antaragama, antarpendukung partai politik. Semua menunjukkan bahwa manusia makhluk yang mengedepankan emosi. Continue reading “DUNGU”

DUNGU

Untuk Ayah dan Bundaku

Bila aku sering dikasari,

maka aku belajar berkelahi

 

Bila aku sering dikritik,

maka aku belajar mengumpat

 

Bila aku sering dipermalukan,

maka aku merasa bersalah

 

Bila aku sering dimaklumi,

maka aku belajar bersabar

 

Bila aku sering diberi semangat,

maka aku belajar menghargai

 

Bila aku mendapat hakku,

maka aku sering bertindak adil

 

Bila aku sering merasa aman,

maka aku belajar percaya

 

Bila aku sering mendapat pujian,

maka aku belajar menyukai diriku

 

Bila aku diterima dan diakrabi,

maka aku menemui cinta dari kedua orang tua

 

repost from we.em

Untuk Ayah dan Bundaku

Doa untuk Putraku

Tuhanku …

Bentuklah Putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.

Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.

 

Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.

Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah Putraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.

Seorang putra yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

 

Tuhanku ….

Aku mohon, Janganlah pimpin putraku dijalan yang mudah dan lunak.

Namun, tuntunlah dia dijalan yang penuh hambatan dan godaan,

kesulitan dan tantangan.

 

Biarkan putraku belajar untuk tetap berdiri ditengah badai,

dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, dan sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum diberi kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba Seorang putra yang mengerti makna tawa dan ceria tanpa melupakan makna tangis dan duka.

Putra yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.

 

Dan, setelah semua menjadi miliknya…

berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku …

Berilah ia kerendahan hati agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan hakiki ….

Pada sumber kearifan, kelemah-lembutan dan kekuatan yang sempurna. ….

 

Dan pada akhirnya bila itu semua terwujud,

hamba, Ayahnya dengan berani berkata

“Hidupku tidaklah sia-sia”

 

-Jenderal Douglas McArthur, mei 1952-

 

repost from ka lani

Doa untuk Putraku